Cari Blog Ini

Kepiting Saus Padang



Hari ini Aku Mau berbagi menu lunch siang tadi, yang rasanya aduhai..
Tapi Aku bikinnya Gak pedes karena Suami Gak suka pedes & Ibu hamidun Gak Boleh Makan pedes juga, bisa dilihat dari Foto warnanya kurang membara hiks. Harusnya Klu pedes lebih endol..
Ini sekaligus Biar Resep Gak ilang... Akibat suka lupa jadi suka nulis
Biasa berbagi Resep di IG, dulu sih waktu belum hamil, hamil ini banyak malesnya Hihi..
Berikut yah siapa tau Menginspirasi...

Bahan-bahan:

Kepiting (bebaskan kepiting y, Aku pke rajungan sekitar 9 biji kecil)
Bawang Bombay 1/2 biji
Tomat (bisa diganti saus tomat) 1 biji potong
Sous Cabe 4 sdm
Sous Tiram 1,5 sdm
Sereh Geprek 1
Daun salam 1 lembar
Daun Jeruk 1 lembar
Garam secukupnya
Gula secukupnya
Penyedap (Boleh skip)
Air kaldu atau air biasa secukupnya
Telur 1 butir

Bumbu Halus:
Cabe Merah 10 biji (Aku Cuma pake beberapa sih)
Cabe Rawit Merah 4 biji (Saya skip, takut pedas)
Bawang Merah 5
Bawang Putih 5
Kunyit seujung jari
Jahe seujung jari

Minyak Goreng secukupnya untuk menumis

Caranya:
Rebus atau goreng dlu kepiting yang Sudah bersih
Panaskan minyak Tumis Sereh, Daun salam & Daun jeruk setelah harum masukkan bumbu halus, oseng2 sampai harum masukkan potongan tomat & bawang Bombay, masak sampai benar2 harum lagi, masukkan garam Gula penyedap secukupnya.
Masukkan kepiting, tambahkan air, sous cabe & tiram, masak sampai agak meresap, Coba icip rasa dlu yah agar pas dilidah sesuaikan selera kita
Terakhir masukkan telur, masak hingga benar2 Mateng & bumbu mengental... angkat
Ok Siap di hidang...


Selamat Mencoba

Kisah Nikmat Allah yang Tak pernah Putus

Ada tantangan dari Rumbel Menulis IIP Batam, Temanya "The best of me", wah ini menguji sekali, sadar akan keterbatasan Saya, Maka dari itu Saya mohon Maaf sebelumnya Jika tulisan ini jauh dari Kata layak.


~~~~~~
Bismillahirahmanirahim...

Bengkalis, Januari 2015 adalah Hari sakral antar Dua insan yang yang mengucap Janji Suci, memutuskan untuk hidup bersama sampai Hayat memisahkan, insya Allah. Kala itu juga Aku memutuskan untuk resign dari kerjaan, dengan alasan Aku ingin segera memiliki momongan Dan fokus sebagai peran Baru Ku yakni sebagai istri. Berhubung syarat orang Tua terhadap Suami menikahi Ku adalah harus Tinggal bersama dengan beliau, Maka Kami memulainya semua dikediaman orang Tua Ku, rumah yang sedari kecil Aku dibesarkan. Kini Aku kembali lagi kerumah itu dengan membawa seorang pria setelah sebelumnya aku merantau beberapa tahun. Bahagia, puas melepas rindu bersama orang Tua dan kampung halaman, karena sebelumnya Hanya setahun sekali pulang. Apalagi di tambah kebahagian bersama sang Suami, Hati berbunga-bunga, serasa lengkap kebahagian, ah Masih terngiang-ngiang di benakku.

Namun, Hari demi Hari Kami lalui, kami seperti meyusahkan Mereka (orang Tua Ku), Memang membuat beban kerja Mereka berkurang, Tapi Kami Hanya seperti benalu Dan seperti Tak punya hasrat hidup yang lebih. Bingung, antara berbakti kepada orang Tua dan bagaimana nasib Kami yang Baru memulai bahtera rumah Tangga. Bertahun-tahun meninggalkan kampung halaman dan Ketika kembali Aku seperti orang asing. Apalagi Suami adalah orang Baru, yang Butuh penyesuaian, Tak hanya itu, soal pekerjaan, kami seperti mengorak-arik sebutir beras dalam timbunan padi. 

Bermusyawarah dan membuat kesepakatan bersama adalah solusi Kami Ketika itu. Alhamdulillah orang Tua setuju, Kami merantau, meninggalkan Mereka, dan menyusun permulaan kehidupan Kami. Maafkan Kami, yang Tak menepati Janji di awal, ayah Ibu.. Dan terima kasih Sudah menridhoi Kami untuk hidup mandiri. Ada rasa berat di Hati namun ada pula Semangat yang menggebu-gebu. Drama di awal perantauan adalah Kami Masih menumpang untuk sekedar tempat Tinggal saja, sampai mampu mengumpulkan Uang agar bisa kontrak rumah. Alhamdulillah, syukur yang Tak henti-henti Kami kepada Sang Pemilih hidup ini. Allah begitu baik kepada Kami, semua  ini Tak seperti perih yang Aku bayangkan. Mungkin itu Janji Allah, dalam Al-Qur`an surah An-Nur ayat 32 yakni Allah SWT berfirman:

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَآئِكُمْ  ۗ  اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ   ۗ  وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui."
(QS. An-Nur 24: Ayat 32)

Alhamdulillah, ini benar-benar perjalanan Mulai dari nol. Suami Bahkan sempat kerja service AC berangkat jam 7 pagi pulang tengah malam. Allah membuka jalan selebar-lebarnya, Kami Mulai mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Aku pun kembali bekerja di kantor tempat Sebelum Aku menikah bekerja. Suami bekerja di perusahaan provider. Jauh jarak yang Kami tempuh dari rumah namun Tak menyudutkan Semangat Kami, karena Kami Masih bersama pulang Pergi kerja, karena kantor Kami berdekatan. 

Pundi-pundi hasil keringat ini sedikit terkumpul, demi mewujudkan cita-cita Kami yakni berbisnis. Tak cukup Masih, hingga Kami harus berhutang kesana kemari. Alhamdulillah, Juli 2016 lalu terselenggara usaha kecil-kecilan Kami. Semangat mankin membara memulainya semua dengan penuh harapan. Tapi harapan Kami Tak seperti yang Kami harapkan, karena Allah punya rencana lain, itu bukti Allah Sayang kepada hambanya. Tiga bulan kemudian Kami kehabisan modal, gulung tikar istilahnya, dan jatuh sejatuh jatuhnya. Kami saling menguatkan, optimis, Yakin bahwa Allah sedang rindu dengan rintihan Kami, Allah ingin melihat ikhtiar Kami yang lebih lagi. 

Modal percaya, Mungkin sulit di Zaman sekarang, Tapi Memang ada, yang mempercayai Suami, mempercayakan barang dagangannya untuk di jual kembali oleh Suami tanpa bersyarat. Semangat yang sempat melemah Kini berubah seperti gesit angin. Tak disangka, Allah Bayar semua jerih payah kami dan rintihan Kami, Dua bulan kemudian Kami bisa bangkit kembali. Meskipun Hanya buka malam saja, Tapi itu sangat Berarti Bagi Kami, karena siang Aku Masih bekerja di perusahaan orang Dan Suami harus keliling sebagai sales hingga larut malam. Letih, Memang sih Tapi Semangat Tetap Kuat. 

Akhir januari aKu memutuskan kontrak kerja Dimana tempat perusahaan  Aku bekerja, dengan berbagai pertimbangan. Selain Aku ingin fokus ke usaha bisnis, januari adalah Dua tahun usia pernikahan kami. Jujur Hati Mulai gelisah karena belum Allah percayakan momongan kepada Kami. Febuari adalah bentuk ikhtiar Kami yang Betul-Betul Kami fokuskan, Jika usaha Bisnis ada Suami yang selalu membantu, jadi Aku fokus ikhtiar memiliki momongan. Program sendiri pun Mulai Kami Lakukan, Tak Cuma pola hidup sehat, herbal, semua yang orang bilang bisa mempercepat kehamilan pun Kami Lakukan. Namun semua Tak luput dari pengetahuan yang Kami pelajari, dan doa yang Tak Henti-Henti.

Kuasa Allah begitu luar biasa, Tak tau lagi bagaimana rasanya kami akan bersyukur, rasanya Nikmat Allah Tak sebanding dengan tumpukan dosa Kami. Allah kabulkan usaha Kami yang Cuma sebulan lebih, yah Maret Aku Sudah tidak menstruasi, awal April Aku ke spog ternyata Sudah positif hamil satu bulan... 

Dan Kini Aku Masih menikmati masa-masa hamil Ku, sambil menunggu baby launching akhir November ini atau awal desember Nanti. 

Mohon doanya agar kelak Anak yang didalam kandungan ini menjadi Anak yang salih, taat akan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah, sehat, sempurna serta menjadi penyejuk Hati Kami. Semoga juga persalianan Ku lancar dan dimudahkan oleh Allah .... amin.





36 week Pregnancy

Bolu Karamel (bolu sarang semut)



Bahan:
karamel:
400 gram gula pasir
400 ml air panas
1 lembar daun jeruk purut
1 lembar daun pandan, iris tipis (q gak pake)
Total setelah jadi 400 ml, q pke gelas yg ukuran 200 ml jadi 2 gelas

5 butir telur
120 gram terigu protein sedang
150 ml SKM
150 gram margarin, lelehkan
1/2 sdm soda kue


Cara membuat:
1. karamel: Panaskan gula pasir di wajan hingga kecoklatan (jangan sampe gosong) dengan api kecil, tambahkan air panas. Biarkan hingga mendidih dan gula larut. Masukkan daun jeruk purut dan pandan. Masak hingga wangi. Angkat dan dinginkan. Saring dan buang daunnya. Takar 400 ml. Sisihkan.
2. Panaskan oven 180'C. Siapkan loyang, olesi dengan margarin/minyak dan taburi dengan terigu tipis.
3. Kocok lepas telur dengan whisk hingga berbusa dan rata. Masukkan terigu sedikit demi sedikit bergantian dengan karamel sambil diaduk sampai rata dan licin.
4. Masukkan susu kental manis, aduk rata. Masukkan margarin cair. Aduk
5. Terakhir masukkan soda kue. Aduk rata saring  ke loyang dan panggang dalam oven hingga matang (sekitar 45 menit).

Dear Suami

Suami ku.... Terima kasih atas kasih sayang mu, pengorbanan Mu, kesabaranmu, ketangguhanmu, aku tau semua yang engkau lakukan adalah bentuk cinta mu.
Maafkan keegoisan ku yang selalu menguji kesabaran mu, maafkan tingkah laku ku yang seperti anak kecil, maaf kan aku yang selalu ingin dimanja dan meminta kepedulianmu, maafkan aku....
Kadang lelah mu tak berbalas, kadang keringatmu tak tersapu, kadang diam mu tak seberisik telinga mu akibat ocehanku, kadang pintaku selalu membuat engkau berputar arah, kadang tangis ku membuat engkau cemas tak karuan, kadang sajianku tak memuaskan ....
Ketahuilah itu semua karena engkaulah tempat melepaskan kegundahan hati, engkau bukan hanya tempat bersandar, engkau bukan hanya sekedar tempat berteduh, engkau lebih dari sekedar teman hidup..
Kadang iman ku tak sekuat ibadahku, kadang hati tak sesuai pikiran, kadang lisan ku tak mampu trkendali, maka aku mohon bantu kuatkan aku,,
Aku tau, engkau tak pernah meminta lebih, meminta ku menjadi orang lain atau mengkritik sikapku, apalagi membandingkan aku dengan wanita lain... Sungguh mulia hatimu...
Aku harap engkau tuntun aku, tenangkan aku. Aku tau hanya pada Allah keluh kesah ku dan kembali ku nanti,,,
Tapi aku ingin tetap bersama mu dalam meraih ridho Nya, aku ingin tetap bersua dengan mu meski dunia terpisahkan, aku ingin tetap bersama mu di keabadaian hidup yaitu Jannah Nya Allah...
Terima kasih sayang telah menerima diri ku tanpa isyarat apapun...

Antara bahagia & sakit



Ada hal yang tak bisa aku ungkapkan yakni perasaanku,
Ada hal yang membuatku tak kuat yakni perasaanku,
Ada hal yang ku tutupi dari mu yakni perasaanku,
Ada hal yang membuat ku jatuh yakni perasaanku,
Semua tentang perasaan, perasaanku kepada mu.....

Mencintaimu lalu merindukanmu adalah hal yang indah tapi juga hal yang  menyakitkan
Aku ingin kesempurnaan tetang perasaan, tentang perasaan kita....
Sempurna memiliki dan dimiliki oleh mu dan untukmu seutuhnya....
Meski aku tau bahwa didunia ini tidak ada yang sempurna dan tidak yang utuh...
Kini aku hanya menahan sakit dalam keterpurukan perasaan yang  teramat  dalam...
Aku tau engkau juga sama sepertiku.. tapi aku tak setegar dirimu sayang...
Aku hanya wanita lemah, Yang sangat membutuhkan kehadiranmu...
Tidak dalam hati saja tetapi dalam nyata...
Karena aku tak mau terlalu larut dalam mimpi-mimpiku ini,,,
Mimpi yang entah kapan akan usai...
Aku ingin engkau datang membangunkan ku, lalu membawaku pergi
Pergi kekeabadian cinta kita.......
Bagaikan berjalan diatas kerikil tanpa alas, bagaikan mawar tanpa duri. jarak bagaikan bumi dan bulan, yang hanya mampu ditatap kala mendung tak menghalangi.....
perih... ketika jeritan ini tak mampu mendekatkan jua, tak mampu melepas hasrat, dan tak mampu menahan isak tangis 
semuanya karena menahan kerinduan ini..... menyakitkan 

Siapa yang mampu menjadi butiran debu? lalu siapa yang menyangkal tanpa duri tetap akan ada mawar,,,
 dan taukan engkau dikala hujan aku kebasahan, dan dikala kumbang hadir kuacuhkan......

Semua karena engkau telah menepati hatiku yang tidak akan pernah kosong walau hidup ini sebenarnya kosong.......

Kututup mata ini dengan bayangan kasihmu lalu kubuka mata ini seolah akan menatapmu.....
meski kaki kupaksa melangkah tanpamu,,,,
mencoba tak sakit dalam kerinduan,,,,
mencoba menahan sesak didada....
tapi apalah daya, aku hanya insan biasa.... Sgenap rasa,  perasaan ini adalah tetap hidayah dari Tuhan yang harusnya kujaga dan ku syukuri.....

Kuharap mahligai indah mempertemukan kita,,,,
Kuharap syurga memnyatukan kita jua selamanya....

selagi masih ada dijalur yang benar teruskan saja, nikmatilah semua yang diberi, dan syukuri yang telah menjadi nikmat, biarkan anjing yang menggonggong, asal kita tidak mengganggunya,.
kehidupan memang susah diartikan, bahkan kita merasa tidak adil, tetapi yakinlah itu hanya permainan kehidupan, dan pengasutnya adalah mereka-mereka yang memamerkan kebolehannya tetapi tidak berhasil.
mulailah sesuatu mulai dari yang kecil atau dari bawah, karena kita akan merasakan kepuasan tersendiri  bahwa kita sebenanya mampu, dibanding orang yang tinggal merasakan hasilnya tanpa memulai sesuatu.
 
Dear a beautuful life, not the glamour & success, but how we' can addressing this life.......""

This is Real Life Assurance

 
Perjalanan ini sebenarnya hanya sebentar, tapi itulah kita tidak pernah menyadarinya....
keindahan Dunia membuat kita buta akan semua kehidupan sebenarnya....
pernahkan kita tau atau mencari tau, siapa sebenarnya kita? 
kenapa kita dihidupkan didunia ini? untuk apa? untuk siapa?

 Hanya urusan kepuasan dunia yang kita sibukkan, yang dipermasalahkan, yang selalu kita perjuangkan mati-matian...
dan hasilnya kita bangga-banggakan,  seperti kitalah yang paling berhasil, yang paling kaya, paling cantik, terkenal didunia ini, dan segala macem kesombongan yang kita miliki.....

pernahkan terbesit dipikiran kita, "Eh,,, kita ini numpang lo, mapir lo, emang Dunia milik siapa? milik kita? siapa kita? Tuhan?...."
 bukan toh,,,,? lalu apa yang kita sombongkan didunia ini, sedangkan kita hanya numpang, semua bakalan hancur, semua yang kita miliki didunia harta dan jabatan atau kecantikan tidak kita bawa ketika kita dikubur ditanah, tidak menjamin kehidupan kita di akhirat nanti.

kecuali kita punya jaminan amal, iman dan ilmu.

ILMU
Ilmu sesuatu yang sering diutamakan. Tidak dipelihara dengan baik. Kadang ilmu hanya dijadikan sesuatu yang nisbi. Ada tapi tidak ada atau Tidak ada tetapi ada? Tetapi yang pasti adalh ilmu itu satu kewajipan yang tidak boleh di pertikai kerana terdapat bukti dan dalil yang pasti semua mengetahuinya.

Akhir-akhir ini satu fenomena yang ditemui, yang membuat kita ketahui bahawa kadang-kadang seseorang tidak faham dengan ilmu yang dipelajarinya. Untuk apa ilmu itu digunakan? Akan bagaimana bila mengamalkan ilmu itu? Fenomena klasik, tapi tetap membuat kita tidak habis ber fikir.

Belajar, mencari ilmu kadang di jadikan formula belaka. Kerana maruah, harga diri, atau bahkan desakan dari pihak orang lain, orang tua, suami, isteri, desakan majikan ,dan lain-lain lagi. Pada akhirnya ilmu tidak meresapi dalam diri. Tidak meninggalkan bekas. Bahkan mungkin, tidak menjadikan diri lebih baik.

IMAN

Iman pula melahirkan penyaksian mata hati (musyahadah) terhadap ketuhanan ALLAH SWT pada setiap pandangan kepada segala perkara. ALLAH SWT berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Tetapkanlah iman kamu kepada Allah dan Rasul-Nya…" (Ayat 136 : Surah an-Nisaa’)

Sabda rasulullah :
“Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman”. [HR. Ath-Thabrani]

Ayat di atas ditujukan kepada orang yang sudah beriman. Mereka sudah pun beriman tetapi masih digesa supaya beriman. Iman pada tahap permulaan berdasarkan dalil-dalil dan pembuktian. Kemudian mereka diajak pula kepada iman dengan penyaksian mata hati, menyaksikan Rububiyah yang tidak pernah berpisah daripada ubudiyah. Tanpa penyaksian terhadap Rububiyah segala amal tidak berguna kerana orang yang beramal menisbahkan amal itu kepada dirinya sendiri, sedangkan tiada yang melakukan sesuatu melainkan dengan izin ALLAH SWT,  dengan Kudrat dan Iradat-Nya, dengan Haula dan Kuwwata-Nya. Himpunan amal sebesar gunung tidak dapat menandingi iman yang sebesar zarah. Orang yang beriman dan menyaksikan Rububiyah pada segala perkara dan semua amal itulah orang yang memperolehi nikmat yang sempurna lahir dan batin, kerana hubungannya dengan ALLAH SWT tidak pernah putus. Orang inilah yang berasa puas dengan berbuat taat kepada Allah s.w.t dan berasa cukup dengan-Nya, kerana tiada Tuhan melainkan ALLAH SWT dan tidak berlaku sesuatu perkara melainkan menurut ketentuan-Nya. Apa lagi yang patut dibuat oleh seorang hamba melainkan taat kepada-Nya dan menerima keputusan-Nya.

Kesimpulannya iman merupakan penentu sah sesuatu amalan seorang hamba yang mengaku iman kepada-Nya.


AMAL

Amal merupakan satu aplikasi yang hasil dari gabungan ilmu dan iman kerana kebenaran iman dapat di lihat amal soleh seseorng .ALLAH bersumpah demi sesungguhnya manusia itu rugi andai beriman tanpa amal.


ALLAH  SWT berfirman,  
"Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (Surah Al-Asr : 1-3).

“Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman”. [HR. Ath-Thabrani]

Berdasarkan bukti dan dalil di atas tidak sempurna iman dan ilmu seseorng itu melainkan dengan disulami dengan amal yang terhasil kefahaman dari ilmu ,dan penyatuan yang hadir hasil penyaksian bahawa ianya benar dan hasilnya , anggota badan itu yang bergerak demi merealisasikan ilmu dan iman dengan amal nya .


HUBUNGAN ILMU ,IMAN dan AMAL
.
Tentang hubungan antara iman dan amal, demikian sabdanya,
“Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman”. [HR. Ath-Thabrani]

kemudian dijelaskannya pula bahwa,
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. [HR. Ibnu Majah dari Anas, HR. Al Baihaqi]

Selanjutnya, suatu ketika seorang sahabatnya, Imran, berkata bahwasanya ia pernah bertanya,
"Wahai Rasulullah, amalan-amalan apakah yang seharusnya dilakukan orang-orang?". Beliau Saw. menjawab: "Masing-masing dimudahkan kepada suatu yang diciptakan untuknya"…. [HR. Bukhari]

“Barangsiapa mengamalkan apa yang diketahuinya, niscaya Allah mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya.”…. [HR. Abu Na’im]

”Ilmu itu ada dua, yaitu ilmu lisan, itulah hujjah Allah Ta’ala atas makhlukNya, dan ilmu yang di dalam qalb, itulah ilmu yang bermanfaat.” …. [HR. At Tirmidzi]

”Seseorang itu tidak menjadi ‘alim (ber-ilmu) sehingga ia mengamalkan ilmunya.” …. [HR. Ibnu Hibban]

Sekali peristiwa datanglah seorang sahabat kepada Nabi Saw. dengan mengajukan pertanyaan:
”Wahai Rasulullah, apakah amalan yang lebih utama ?” Jawab Rasulullah Saw.: “Ilmu Pengetahuan tentang Allah ! ” Sahabat itu bertanya pula “Ilmu apa yang Nabi maksudkan ?”. Jawab Nabi Saw.: ”Ilmu Pengetahuan tentang Allah Subhanaahu wa Ta’ala ! ” Sahabat itu rupanya menyangka Rasulullah Saw salah tangkap, ditegaskan lagi “Wahai Rasulullah, kami bertanya tentang amalan, sedang Engkau menjawab tentang Ilmu !” Jawab Nabi Saw. pula “Sesungguhnya sedikit amalan akan berfaedah bila disertai dengan ilmu tentang Allah, dan banyak amalan tidak akan bermanfaat bila disertai kejahilan tentang Allah”  [HR. Ibnu Abdil Birr dari Anas]

 Yuuukkk..... kita sama-sama memperbaiki diri kita, mari kita mendekatkan diri kepada-Nya, mensyukuri nikmat-Nya, Allah bisa melakukan apa saja yang ia mau, jika kita selalu murka dan sombong kepada-Nya,,
dan Dia yang maha Penyayang,  Pengasih dan Maha segalanya, maka Ia akan lebih menyayangi kita jika selalu ingat kepada-Nya dan meminta.

Alkisah ceritaku yang singkat...
berhubung hari minggu aku lembur jadi gk ada kerjaan dikantor,so aku cuba utak-atik keyboard komputer,,,,,,
ok, langsung saja....
Dulu aku selalu berfikir,kerja dikantor itu membosankan makanya aku tidak pernah mencobanya, lebih baik aku bekerja sendiri dan hasilnya untuk ku sendiri alias entrepreneur bahasa jawa Baratnya....
tapi ketika keadaan ku sedang kacau dan mentok aku tidak punya pengalaman bekerja diperkantoran (begitula bahasa kerennya) sementara sebentar lagi aku sarjana.. jadi ku putuskan untuk ingin bekerja di perkantoran,,,
aku coba lamar-melamar via email awalnya, ada juga yang via pos, setiap hari kerjanya beli koran, semua koran ku beli ampe teman ku bilang kayak orang mau bungkus tempe karena koran menumpuk,,,
akhirnya setelah ratusan email pun ku krim sampe kena tipu ada perusahaan menelfon ku terus minta interview malam-malam hari, dasar perusahaan gk jelas masa malam-malam minta interview... sudahlah
lanjut, aku pun dimarahin temenku lagi gara-gara nglamar kerja hanya lewat email & pos, ok la akhir y ku datangi lansung, perusahaan yang pertama ku datangi adalah perusahaan tempat aku bekerja sekarang, perusahaan yang bergerak dibidang percetakan surat kabar juga (pake bahasa jiran sebentar), abis ku anter aku jalan-jalan ke-mall (padahal aku ngak punya duit hihi sttt...) cari baju buat interview disalah satu Bank dibatam yang telah memanggilku. eh ternyata ada yang menelfonku untuk interview, ternayata perusahaan tadi, keesokan harinya aku datang dan inilah pengalaman ku pertama tes interview setelah test tertulis (sory yah aku kurang ngerti bahasa kerennya), kakiku dingin berhadapan dengan HRD nya, disuruh translate ke-bahasa inggris hahhh.... aku bilang " saya gk bisa pak", " truss.. kamu kuliah gk punya buku yang berbahasa inggris", "ada pak", "terus gimana kamu membacanya?", " membacakan lebih gampang mengartikan nya dari pada merangkai kata pak", "oh gitu ya, ya sudah la", hmmm aku pikir ini pasti ngak ada harapan, saingan ku ada tiga orang yang ngak kalah cantiknya dengan diriku tapi otaknya berbeda, dia pake otak kelinci aku pake otak udang, hahaa...
HRD bilang pengumuman hari ini ya, aktifkan terus hpnya, ok la pak.
ku tunggu hingga malam pun nak tiba, ngak ada juga, yo weslah arep pie meneh (bahasa internasional maaf bagi yang tidak mengerti) malam itu pun aku beraksi, goreng kerupuk jajanan, sampe ku bungkusin untuk dijual (seribu ciek see nyo), pagi2 bangun aku masih ingin bikin jajanan lagi, karena ku pikir mungkin lebih enak begini dari pada aku buang2 waktu nungguin hasil lamaran yang nggaakk jelas...
Jam 09.00 Hp pun berdering "Rohana kamu bisa kekantor sekarang", ngapain? ok la aku datang aja, eh rupanya aku diterima, langsung kerja hari itu juga, waduhhh baju kerja aja gk punya, tapi yah apa adanya la....training dulu 3 bulan, setelah kira-kira setengah bulan, HRD perusahaan memanggil ku dia bilang menurut karyawan lain kerjaan ku ngak bagus sama sekali, "OMG...... kenapa bisa begini", yah mungkin bisa jadi itulah kelemahanku, atau aku memang belom pinter nama juga masih pertama kerja, " kamu saya pindahkan ke jabatan lain", ternyata tanggung jawabnya lebih berat, ini aku yang bodoh atau perusahaannya sih, dari awal coba, aku ngak bisa bahsa inggris tapi diterima juga padahal yang lain pinter & posisi ini sangat membutuhkan english language, sudah tu sekarang aku ngak bisa kerja malah dikasi kerjaan yang lebih berat, kepie iki to rek-rek...
dikarenakan aku masih binggung, so what do you think tentang ceritaku yang ngak seberapa ini....??
oke la begitulah ceritaku hari inii, bagi yang mau komen silakan, aku mau pulang dulu karena sudah jamnya pulang kantor ,,,,
by by,,,,,,,,,,,,
perjalanan hidup siapapun tak kan mulus seperti yang diimpikan
setiap orang memiliki masalah
bentuknya saja yang berbeda

sayang jarang orang memahami hal itu
kalo mendapat masalah
seolah dialah orang paling menderita
paling sial
paling malang nasibnya di dunia
berlari ke sana ke mari mengeluh,
menangis meratapi nasib

smua solusi hanya ilusi
tatkala orang menutup diri

tatkala mencoba tengok kanan kiri muka belakang
yeeeah masalah-masalah orang lain ternyata lebih berat

wow jadi geli geli kumelihat diri
ku berlari ke sana ke mari tapi bukan menangis lagi
tapi ....kukatakan pada dunia
aku tak kan menangis lagi
apalagi mengeluh
apalagi meratap
Tuhan tersenyum melihat tingkahku
DIMANAKAH KITA,,,
Menangislah...
Mungkin itulah kata yang tepat, untuk pertama kali saya ucapkan pada diri ini (jiwa dan ruh ini) ... Karena begitu 'menonjok'-nya nasihat dari salah satu sahabat Rosululloh SAW yang mulia ini.

"Duhai Alloh yang Maha Mengampuni, ampuni aku.. Wahai Robb yang Maha Menyayangi, sayangi aku.."


Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan.
Keyakinan tinggal pemikiran, yang tidak berbekas pada perbuatan.
Banyak orang baik, tapi tidka berakal..

Ada orang berakal, tapi tidak beriman..

Ada yang berlidah fasih, tapi berhati lalai..

Ada yang khusyuk, tapi sibuk dalam kesendirian..

Ada yang ahli ibadah, tapi mewarisi kesombongan iblis..

Ada yang ahli maksiat, tapi rendah hati bagaikan sufi..

Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, dan..

Ada yang banyak menangis karena kufur nikmat..

Ada yang murah senyum, tapi hatinya mengumpat..

Ada yang berhati tulus, tapi wajahnya cemberut..

Ada yang berlisan bijak, tapi tak memberi teladan..

Ada pezina, yang tampil jadi figur..

Ada yang punya ilmu, tapi tidak paham..

Ada yang paham, tapi tidak menjalankan..

Ada yang pintar, tapi membodohi..

Ada yang bodoh, tapi tak tahu diri..

Ada yang beragama, tapi tidak berakhlak..

Ada yang berakhlak, tapi tidak ber-Tuhan..

Lalu, diantara semua itu.. aku ada dimana?!

(ALI BIN ABI THOLIB, rodhiyaLLohu 'anhu)
otak ku tumpu,, rasanya q tak mampu hadapi ini semua,, 
semua keputusan q diabaikan, tak ada yg ngertikan q,,,
katanya q g dbutuhkan, q tersiksa, tapi q ttp dipertahankan,,,
bak budak yang harus mengikuti tuannya,,,,,
kini q tak mmpu untuk lari...
jika q bs bangun kemegahan suatu bangunan sndri kenapa q harus dilemahkan...
tuhan memberi q kesempurnaan raga, indra, kenapa tidak untuk q mnfaatkan, menjadikan hidup lebih baik & mendapatkan rahmat-Nya,,,,

andai oatak ini bs dganti, akan q ganti setiap beban yg menimpanya,,,
Tuhan meminta hambanya agar tabah & mmpu mnyelesaikan mslh y,,,
jika kita diuji berarti tuhan sayang dengan kita
dan jika ujian itu terus menerus bebarti tuhan jauh lebih sayang dengan kita, 
tapi kini q harus bagaimana, q tau jln keluarnya tp q tak mampu melangkahnya,,,,

Ya ALLAH... Engkau sempurnakan hidup ini, tapi aku tak mampu memaksimalkannya...
aku sudah merasa diujung ketidak mampuan tapi kenapa masih engkau uji...
sampai dmna titik penyelesaiannya,,,
sampai kapan q begini....
Ya Rabb,,,, apa yang harus q lakukan,,,,
tunjukkanlah Jalan Mu.....



Pasrah

Kadang seperti kapal kosong yang tertiup badai Hanya mengikuti arah Maka jangan tanyakan akan kehendak Biarlah hingga angin berhembu...