Cari Blog Ini

Dear Suami

Suami ku.... Terima kasih atas kasih sayang mu, pengorbanan Mu, kesabaranmu, ketangguhanmu, aku tau semua yang engkau lakukan adalah bentuk cinta mu.
Maafkan keegoisan ku yang selalu menguji kesabaran mu, maafkan tingkah laku ku yang seperti anak kecil, maaf kan aku yang selalu ingin dimanja dan meminta kepedulianmu, maafkan aku....
Kadang lelah mu tak berbalas, kadang keringatmu tak tersapu, kadang diam mu tak seberisik telinga mu akibat ocehanku, kadang pintaku selalu membuat engkau berputar arah, kadang tangis ku membuat engkau cemas tak karuan, kadang sajianku tak memuaskan ....
Ketahuilah itu semua karena engkaulah tempat melepaskan kegundahan hati, engkau bukan hanya tempat bersandar, engkau bukan hanya sekedar tempat berteduh, engkau lebih dari sekedar teman hidup..
Kadang iman ku tak sekuat ibadahku, kadang hati tak sesuai pikiran, kadang lisan ku tak mampu trkendali, maka aku mohon bantu kuatkan aku,,
Aku tau, engkau tak pernah meminta lebih, meminta ku menjadi orang lain atau mengkritik sikapku, apalagi membandingkan aku dengan wanita lain... Sungguh mulia hatimu...
Aku harap engkau tuntun aku, tenangkan aku. Aku tau hanya pada Allah keluh kesah ku dan kembali ku nanti,,,
Tapi aku ingin tetap bersama mu dalam meraih ridho Nya, aku ingin tetap bersua dengan mu meski dunia terpisahkan, aku ingin tetap bersama mu di keabadaian hidup yaitu Jannah Nya Allah...
Terima kasih sayang telah menerima diri ku tanpa isyarat apapun...

Antara bahagia & sakit



Ada hal yang tak bisa aku ungkapkan yakni perasaanku,
Ada hal yang membuatku tak kuat yakni perasaanku,
Ada hal yang ku tutupi dari mu yakni perasaanku,
Ada hal yang membuat ku jatuh yakni perasaanku,
Semua tentang perasaan, perasaanku kepada mu.....

Mencintaimu lalu merindukanmu adalah hal yang indah tapi juga hal yang  menyakitkan
Aku ingin kesempurnaan tetang perasaan, tentang perasaan kita....
Sempurna memiliki dan dimiliki oleh mu dan untukmu seutuhnya....
Meski aku tau bahwa didunia ini tidak ada yang sempurna dan tidak yang utuh...
Kini aku hanya menahan sakit dalam keterpurukan perasaan yang  teramat  dalam...
Aku tau engkau juga sama sepertiku.. tapi aku tak setegar dirimu sayang...
Aku hanya wanita lemah, Yang sangat membutuhkan kehadiranmu...
Tidak dalam hati saja tetapi dalam nyata...
Karena aku tak mau terlalu larut dalam mimpi-mimpiku ini,,,
Mimpi yang entah kapan akan usai...
Aku ingin engkau datang membangunkan ku, lalu membawaku pergi
Pergi kekeabadian cinta kita.......
Bagaikan berjalan diatas kerikil tanpa alas, bagaikan mawar tanpa duri. jarak bagaikan bumi dan bulan, yang hanya mampu ditatap kala mendung tak menghalangi.....
perih... ketika jeritan ini tak mampu mendekatkan jua, tak mampu melepas hasrat, dan tak mampu menahan isak tangis 
semuanya karena menahan kerinduan ini..... menyakitkan 

Siapa yang mampu menjadi butiran debu? lalu siapa yang menyangkal tanpa duri tetap akan ada mawar,,,
 dan taukan engkau dikala hujan aku kebasahan, dan dikala kumbang hadir kuacuhkan......

Semua karena engkau telah menepati hatiku yang tidak akan pernah kosong walau hidup ini sebenarnya kosong.......

Kututup mata ini dengan bayangan kasihmu lalu kubuka mata ini seolah akan menatapmu.....
meski kaki kupaksa melangkah tanpamu,,,,
mencoba tak sakit dalam kerinduan,,,,
mencoba menahan sesak didada....
tapi apalah daya, aku hanya insan biasa.... Sgenap rasa,  perasaan ini adalah tetap hidayah dari Tuhan yang harusnya kujaga dan ku syukuri.....

Kuharap mahligai indah mempertemukan kita,,,,
Kuharap syurga memnyatukan kita jua selamanya....

selagi masih ada dijalur yang benar teruskan saja, nikmatilah semua yang diberi, dan syukuri yang telah menjadi nikmat, biarkan anjing yang menggonggong, asal kita tidak mengganggunya,.
kehidupan memang susah diartikan, bahkan kita merasa tidak adil, tetapi yakinlah itu hanya permainan kehidupan, dan pengasutnya adalah mereka-mereka yang memamerkan kebolehannya tetapi tidak berhasil.
mulailah sesuatu mulai dari yang kecil atau dari bawah, karena kita akan merasakan kepuasan tersendiri  bahwa kita sebenanya mampu, dibanding orang yang tinggal merasakan hasilnya tanpa memulai sesuatu.
 
Dear a beautuful life, not the glamour & success, but how we' can addressing this life.......""

This is Real Life Assurance

 
Perjalanan ini sebenarnya hanya sebentar, tapi itulah kita tidak pernah menyadarinya....
keindahan Dunia membuat kita buta akan semua kehidupan sebenarnya....
pernahkan kita tau atau mencari tau, siapa sebenarnya kita? 
kenapa kita dihidupkan didunia ini? untuk apa? untuk siapa?

 Hanya urusan kepuasan dunia yang kita sibukkan, yang dipermasalahkan, yang selalu kita perjuangkan mati-matian...
dan hasilnya kita bangga-banggakan,  seperti kitalah yang paling berhasil, yang paling kaya, paling cantik, terkenal didunia ini, dan segala macem kesombongan yang kita miliki.....

pernahkan terbesit dipikiran kita, "Eh,,, kita ini numpang lo, mapir lo, emang Dunia milik siapa? milik kita? siapa kita? Tuhan?...."
 bukan toh,,,,? lalu apa yang kita sombongkan didunia ini, sedangkan kita hanya numpang, semua bakalan hancur, semua yang kita miliki didunia harta dan jabatan atau kecantikan tidak kita bawa ketika kita dikubur ditanah, tidak menjamin kehidupan kita di akhirat nanti.

kecuali kita punya jaminan amal, iman dan ilmu.

ILMU
Ilmu sesuatu yang sering diutamakan. Tidak dipelihara dengan baik. Kadang ilmu hanya dijadikan sesuatu yang nisbi. Ada tapi tidak ada atau Tidak ada tetapi ada? Tetapi yang pasti adalh ilmu itu satu kewajipan yang tidak boleh di pertikai kerana terdapat bukti dan dalil yang pasti semua mengetahuinya.

Akhir-akhir ini satu fenomena yang ditemui, yang membuat kita ketahui bahawa kadang-kadang seseorang tidak faham dengan ilmu yang dipelajarinya. Untuk apa ilmu itu digunakan? Akan bagaimana bila mengamalkan ilmu itu? Fenomena klasik, tapi tetap membuat kita tidak habis ber fikir.

Belajar, mencari ilmu kadang di jadikan formula belaka. Kerana maruah, harga diri, atau bahkan desakan dari pihak orang lain, orang tua, suami, isteri, desakan majikan ,dan lain-lain lagi. Pada akhirnya ilmu tidak meresapi dalam diri. Tidak meninggalkan bekas. Bahkan mungkin, tidak menjadikan diri lebih baik.

IMAN

Iman pula melahirkan penyaksian mata hati (musyahadah) terhadap ketuhanan ALLAH SWT pada setiap pandangan kepada segala perkara. ALLAH SWT berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Tetapkanlah iman kamu kepada Allah dan Rasul-Nya…" (Ayat 136 : Surah an-Nisaa’)

Sabda rasulullah :
“Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman”. [HR. Ath-Thabrani]

Ayat di atas ditujukan kepada orang yang sudah beriman. Mereka sudah pun beriman tetapi masih digesa supaya beriman. Iman pada tahap permulaan berdasarkan dalil-dalil dan pembuktian. Kemudian mereka diajak pula kepada iman dengan penyaksian mata hati, menyaksikan Rububiyah yang tidak pernah berpisah daripada ubudiyah. Tanpa penyaksian terhadap Rububiyah segala amal tidak berguna kerana orang yang beramal menisbahkan amal itu kepada dirinya sendiri, sedangkan tiada yang melakukan sesuatu melainkan dengan izin ALLAH SWT,  dengan Kudrat dan Iradat-Nya, dengan Haula dan Kuwwata-Nya. Himpunan amal sebesar gunung tidak dapat menandingi iman yang sebesar zarah. Orang yang beriman dan menyaksikan Rububiyah pada segala perkara dan semua amal itulah orang yang memperolehi nikmat yang sempurna lahir dan batin, kerana hubungannya dengan ALLAH SWT tidak pernah putus. Orang inilah yang berasa puas dengan berbuat taat kepada Allah s.w.t dan berasa cukup dengan-Nya, kerana tiada Tuhan melainkan ALLAH SWT dan tidak berlaku sesuatu perkara melainkan menurut ketentuan-Nya. Apa lagi yang patut dibuat oleh seorang hamba melainkan taat kepada-Nya dan menerima keputusan-Nya.

Kesimpulannya iman merupakan penentu sah sesuatu amalan seorang hamba yang mengaku iman kepada-Nya.


AMAL

Amal merupakan satu aplikasi yang hasil dari gabungan ilmu dan iman kerana kebenaran iman dapat di lihat amal soleh seseorng .ALLAH bersumpah demi sesungguhnya manusia itu rugi andai beriman tanpa amal.


ALLAH  SWT berfirman,  
"Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (Surah Al-Asr : 1-3).

“Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman”. [HR. Ath-Thabrani]

Berdasarkan bukti dan dalil di atas tidak sempurna iman dan ilmu seseorng itu melainkan dengan disulami dengan amal yang terhasil kefahaman dari ilmu ,dan penyatuan yang hadir hasil penyaksian bahawa ianya benar dan hasilnya , anggota badan itu yang bergerak demi merealisasikan ilmu dan iman dengan amal nya .


HUBUNGAN ILMU ,IMAN dan AMAL
.
Tentang hubungan antara iman dan amal, demikian sabdanya,
“Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman”. [HR. Ath-Thabrani]

kemudian dijelaskannya pula bahwa,
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. [HR. Ibnu Majah dari Anas, HR. Al Baihaqi]

Selanjutnya, suatu ketika seorang sahabatnya, Imran, berkata bahwasanya ia pernah bertanya,
"Wahai Rasulullah, amalan-amalan apakah yang seharusnya dilakukan orang-orang?". Beliau Saw. menjawab: "Masing-masing dimudahkan kepada suatu yang diciptakan untuknya"…. [HR. Bukhari]

“Barangsiapa mengamalkan apa yang diketahuinya, niscaya Allah mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya.”…. [HR. Abu Na’im]

”Ilmu itu ada dua, yaitu ilmu lisan, itulah hujjah Allah Ta’ala atas makhlukNya, dan ilmu yang di dalam qalb, itulah ilmu yang bermanfaat.” …. [HR. At Tirmidzi]

”Seseorang itu tidak menjadi ‘alim (ber-ilmu) sehingga ia mengamalkan ilmunya.” …. [HR. Ibnu Hibban]

Sekali peristiwa datanglah seorang sahabat kepada Nabi Saw. dengan mengajukan pertanyaan:
”Wahai Rasulullah, apakah amalan yang lebih utama ?” Jawab Rasulullah Saw.: “Ilmu Pengetahuan tentang Allah ! ” Sahabat itu bertanya pula “Ilmu apa yang Nabi maksudkan ?”. Jawab Nabi Saw.: ”Ilmu Pengetahuan tentang Allah Subhanaahu wa Ta’ala ! ” Sahabat itu rupanya menyangka Rasulullah Saw salah tangkap, ditegaskan lagi “Wahai Rasulullah, kami bertanya tentang amalan, sedang Engkau menjawab tentang Ilmu !” Jawab Nabi Saw. pula “Sesungguhnya sedikit amalan akan berfaedah bila disertai dengan ilmu tentang Allah, dan banyak amalan tidak akan bermanfaat bila disertai kejahilan tentang Allah”  [HR. Ibnu Abdil Birr dari Anas]

 Yuuukkk..... kita sama-sama memperbaiki diri kita, mari kita mendekatkan diri kepada-Nya, mensyukuri nikmat-Nya, Allah bisa melakukan apa saja yang ia mau, jika kita selalu murka dan sombong kepada-Nya,,
dan Dia yang maha Penyayang,  Pengasih dan Maha segalanya, maka Ia akan lebih menyayangi kita jika selalu ingat kepada-Nya dan meminta.

Alkisah ceritaku yang singkat...
berhubung hari minggu aku lembur jadi gk ada kerjaan dikantor,so aku cuba utak-atik keyboard komputer,,,,,,
ok, langsung saja....
Dulu aku selalu berfikir,kerja dikantor itu membosankan makanya aku tidak pernah mencobanya, lebih baik aku bekerja sendiri dan hasilnya untuk ku sendiri alias entrepreneur bahasa jawa Baratnya....
tapi ketika keadaan ku sedang kacau dan mentok aku tidak punya pengalaman bekerja diperkantoran (begitula bahasa kerennya) sementara sebentar lagi aku sarjana.. jadi ku putuskan untuk ingin bekerja di perkantoran,,,
aku coba lamar-melamar via email awalnya, ada juga yang via pos, setiap hari kerjanya beli koran, semua koran ku beli ampe teman ku bilang kayak orang mau bungkus tempe karena koran menumpuk,,,
akhirnya setelah ratusan email pun ku krim sampe kena tipu ada perusahaan menelfon ku terus minta interview malam-malam hari, dasar perusahaan gk jelas masa malam-malam minta interview... sudahlah
lanjut, aku pun dimarahin temenku lagi gara-gara nglamar kerja hanya lewat email & pos, ok la akhir y ku datangi lansung, perusahaan yang pertama ku datangi adalah perusahaan tempat aku bekerja sekarang, perusahaan yang bergerak dibidang percetakan surat kabar juga (pake bahasa jiran sebentar), abis ku anter aku jalan-jalan ke-mall (padahal aku ngak punya duit hihi sttt...) cari baju buat interview disalah satu Bank dibatam yang telah memanggilku. eh ternyata ada yang menelfonku untuk interview, ternayata perusahaan tadi, keesokan harinya aku datang dan inilah pengalaman ku pertama tes interview setelah test tertulis (sory yah aku kurang ngerti bahasa kerennya), kakiku dingin berhadapan dengan HRD nya, disuruh translate ke-bahasa inggris hahhh.... aku bilang " saya gk bisa pak", " truss.. kamu kuliah gk punya buku yang berbahasa inggris", "ada pak", "terus gimana kamu membacanya?", " membacakan lebih gampang mengartikan nya dari pada merangkai kata pak", "oh gitu ya, ya sudah la", hmmm aku pikir ini pasti ngak ada harapan, saingan ku ada tiga orang yang ngak kalah cantiknya dengan diriku tapi otaknya berbeda, dia pake otak kelinci aku pake otak udang, hahaa...
HRD bilang pengumuman hari ini ya, aktifkan terus hpnya, ok la pak.
ku tunggu hingga malam pun nak tiba, ngak ada juga, yo weslah arep pie meneh (bahasa internasional maaf bagi yang tidak mengerti) malam itu pun aku beraksi, goreng kerupuk jajanan, sampe ku bungkusin untuk dijual (seribu ciek see nyo), pagi2 bangun aku masih ingin bikin jajanan lagi, karena ku pikir mungkin lebih enak begini dari pada aku buang2 waktu nungguin hasil lamaran yang nggaakk jelas...
Jam 09.00 Hp pun berdering "Rohana kamu bisa kekantor sekarang", ngapain? ok la aku datang aja, eh rupanya aku diterima, langsung kerja hari itu juga, waduhhh baju kerja aja gk punya, tapi yah apa adanya la....training dulu 3 bulan, setelah kira-kira setengah bulan, HRD perusahaan memanggil ku dia bilang menurut karyawan lain kerjaan ku ngak bagus sama sekali, "OMG...... kenapa bisa begini", yah mungkin bisa jadi itulah kelemahanku, atau aku memang belom pinter nama juga masih pertama kerja, " kamu saya pindahkan ke jabatan lain", ternyata tanggung jawabnya lebih berat, ini aku yang bodoh atau perusahaannya sih, dari awal coba, aku ngak bisa bahsa inggris tapi diterima juga padahal yang lain pinter & posisi ini sangat membutuhkan english language, sudah tu sekarang aku ngak bisa kerja malah dikasi kerjaan yang lebih berat, kepie iki to rek-rek...
dikarenakan aku masih binggung, so what do you think tentang ceritaku yang ngak seberapa ini....??
oke la begitulah ceritaku hari inii, bagi yang mau komen silakan, aku mau pulang dulu karena sudah jamnya pulang kantor ,,,,
by by,,,,,,,,,,,,
perjalanan hidup siapapun tak kan mulus seperti yang diimpikan
setiap orang memiliki masalah
bentuknya saja yang berbeda

sayang jarang orang memahami hal itu
kalo mendapat masalah
seolah dialah orang paling menderita
paling sial
paling malang nasibnya di dunia
berlari ke sana ke mari mengeluh,
menangis meratapi nasib

smua solusi hanya ilusi
tatkala orang menutup diri

tatkala mencoba tengok kanan kiri muka belakang
yeeeah masalah-masalah orang lain ternyata lebih berat

wow jadi geli geli kumelihat diri
ku berlari ke sana ke mari tapi bukan menangis lagi
tapi ....kukatakan pada dunia
aku tak kan menangis lagi
apalagi mengeluh
apalagi meratap
Tuhan tersenyum melihat tingkahku
DIMANAKAH KITA,,,
Menangislah...
Mungkin itulah kata yang tepat, untuk pertama kali saya ucapkan pada diri ini (jiwa dan ruh ini) ... Karena begitu 'menonjok'-nya nasihat dari salah satu sahabat Rosululloh SAW yang mulia ini.

"Duhai Alloh yang Maha Mengampuni, ampuni aku.. Wahai Robb yang Maha Menyayangi, sayangi aku.."


Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan.
Keyakinan tinggal pemikiran, yang tidak berbekas pada perbuatan.
Banyak orang baik, tapi tidka berakal..

Ada orang berakal, tapi tidak beriman..

Ada yang berlidah fasih, tapi berhati lalai..

Ada yang khusyuk, tapi sibuk dalam kesendirian..

Ada yang ahli ibadah, tapi mewarisi kesombongan iblis..

Ada yang ahli maksiat, tapi rendah hati bagaikan sufi..

Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, dan..

Ada yang banyak menangis karena kufur nikmat..

Ada yang murah senyum, tapi hatinya mengumpat..

Ada yang berhati tulus, tapi wajahnya cemberut..

Ada yang berlisan bijak, tapi tak memberi teladan..

Ada pezina, yang tampil jadi figur..

Ada yang punya ilmu, tapi tidak paham..

Ada yang paham, tapi tidak menjalankan..

Ada yang pintar, tapi membodohi..

Ada yang bodoh, tapi tak tahu diri..

Ada yang beragama, tapi tidak berakhlak..

Ada yang berakhlak, tapi tidak ber-Tuhan..

Lalu, diantara semua itu.. aku ada dimana?!

(ALI BIN ABI THOLIB, rodhiyaLLohu 'anhu)
otak ku tumpu,, rasanya q tak mampu hadapi ini semua,, 
semua keputusan q diabaikan, tak ada yg ngertikan q,,,
katanya q g dbutuhkan, q tersiksa, tapi q ttp dipertahankan,,,
bak budak yang harus mengikuti tuannya,,,,,
kini q tak mmpu untuk lari...
jika q bs bangun kemegahan suatu bangunan sndri kenapa q harus dilemahkan...
tuhan memberi q kesempurnaan raga, indra, kenapa tidak untuk q mnfaatkan, menjadikan hidup lebih baik & mendapatkan rahmat-Nya,,,,

andai oatak ini bs dganti, akan q ganti setiap beban yg menimpanya,,,
Tuhan meminta hambanya agar tabah & mmpu mnyelesaikan mslh y,,,
jika kita diuji berarti tuhan sayang dengan kita
dan jika ujian itu terus menerus bebarti tuhan jauh lebih sayang dengan kita, 
tapi kini q harus bagaimana, q tau jln keluarnya tp q tak mampu melangkahnya,,,,

Ya ALLAH... Engkau sempurnakan hidup ini, tapi aku tak mampu memaksimalkannya...
aku sudah merasa diujung ketidak mampuan tapi kenapa masih engkau uji...
sampai dmna titik penyelesaiannya,,,
sampai kapan q begini....
Ya Rabb,,,, apa yang harus q lakukan,,,,
tunjukkanlah Jalan Mu.....



Mungkin semua tak seindah & semudah yang kita bayangkan, tapi paling tidak jika kita mau berusaha & berdoa keindahan yang kita harapkan akan terwujud walau tak selamanya seperti itu, Tuhan maha mendengar & ia akan mendengar setiap Doa dan harapan kita jika kita benar-benar  tulus mengharapkannya, ALLAH maha memberi lagi maha penyayang bagi semua hamba-hambanya, semua manusia didunia ini pasti merasakan kebahagiaan, keindahan dan juga kesedihan, tanpa terkecuali, itulah bukti betapa adilnya ALLAH,,,,

Mungkin bagi kita masalah terbesar didunia ini adalah kemiskinan, tersirat miskinlah yang tak bisa merasakan keindahan didunia ini, dan bahkan seburuk-buruk nasib, tapi taukah kita bagaimana rasanya menjadi orang seperti itu? taukah kita, perasaan mereka seperti apa? 
mereka tidak merasa mereka adalah seburuk-buruk manusia didunia ini dan mereka tidak merasa bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak merasakan keindahan, tapi sebenarnya mereka sangat  merasakan keindahan bahkan kenikmatan, kenikmatan yang ia dapat dari titisan keringannya, walaupun hasil yang sangat minim dan habis dihari itu juga, tapi mereka bangga terhadap dirinya sendiri karena ia bisa mencari makan dari hasil jerih payahnya sendiri bukan hanya meminta seperti kita & sangat mereka mensyukurinya bukan seperti kita yang selalu mengeluh dan membuang jika berlebih, jika hari ini mereka tidak bekerja maka mereka tidak makan hari ini, tapi kita jika hari ini tidak bekerja kita masih bisa makan, bahkan tidak bekerja juga masih makan, beruntungnya kita, tapi apa kita tahu apa yang kita makan itu sudah benar-benar berkah dan halal diterima oleh tubuh kita,
tak pernah kita menyadarinya,








permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi diri sendiri dan tidak mngubah seperti gambaran yang kamu inginkan. jika tidak kamu hanya menyintai pantulah dari diri sendiri yang kamu temukan didalam dirinya.
 

Hati ini

saat hanya tatapan yang bisa kubiaskan untukmu
sesungguhnya kidung kerinduan ini ingin menyampaikan sebuah rasa padamu
meski kata terbatas pada keberanian untuk melafadz
mestinya sudahlah cukup buatmu bisa mengartikan rasa yang kupendam
saat kita duduk berdua
menatapi lembayung senja yang menjuntai
ada makna dalam setiap tarikan dan hembusan nafas…
ada harapan dalam degup jantung…
semua bernadzar kepadamu…
disini…
didadaku tersimpan harapan…
dihatiku bersemayam keinginan…
namun bagaimana kuharus sampaikan kepadamu jika setiap menatap wajahmu bibirku kelu…
bagaimana harus kuluahkan kejujuran atas rasa cinta dan rinduku
hasratku ingin membangun mahligai indah diatas titian ikrar…
rasaku inginkan kedamaian bersamamu…
rakit kecilku ingin bersandar disatu dermaga
dermaga nan asri tempat menambatkan penat jiwa dan hasrat hati
tak jemu kuberharap pada angin keikhlasan tuk mengiring rakitku bertemu dengan dermagamu..
seandainya rasaku ini sama dengan rasamu…
keindahan cinta dan rindu ini lakarkan dengan kecup hangat dikeningku…
karena sebenarnya hanya satu lafadz yang ingin kuluahkan dihadapanmu
“Aku Mencintaimu”
kuingin miliki dirimu seutuhnya tanpa harus berbagi….

Pasrah

Kadang seperti kapal kosong yang tertiup badai Hanya mengikuti arah Maka jangan tanyakan akan kehendak Biarlah hingga angin berhembu...